post image
WONDER, sebuah film yang benar-benar akan menghangatkan jiwa kita dan membuat kita merasa bahwa hidup itu sangat layak dijalani dengan suka cita.
KOMENTAR

Film yang katanya based on novel ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki berumur 10 tahun bernama August Pullman (Auggie) yang karena kelainan genetis sejak lahir harus melakukan 27 operasi termasuk operasi rekonstruksi wajah, dan itupun tetap tidak bisa membuat wajah Auggie bisa seperti wajah anak-anak lainnya.

Mesti memiliki keluarga yang sangat menyayangi dan memperhatikannya, ayah (Nate) yang selalu membuat dia tertawa, ibu (Isabel) yang melakukan apa saja untuknya, kakak perempuan (Via) yang selalu ada di sisinya, dan seekor anjing (Daisy) yang sangat setia, Auggie yang sebenarnya seperti anak-anak lain seusianya, selalu merasa tidak percaya diri dengan wajahnya.

Sehingga dia selalu mengenakan helm astronot, hadiah dari teman Via (Miranda), selain karena dia memang terobsesi dengan segala hal yang berkaitan dengan ruang angkasa dan film Star Wars.

Selama ini Auggie home schooling di rumah dengan ibunya, namun karena pas momennya mau masuk SMP, ayah dan ibunya meng-encourage dia untuk mau masuk ke sekolah biasa, selain agar Auggie memiliki pengalaman di luar rumah, juga agar ibunya memiliki waktu untuk menyelesaikan tesisnya yang sudah dia tinggalkan sejak kelahiran Auggie. Momen hari pertama Auggie masuk sekolah ini sangat dramatis dan mengharukan sekali. Dukungan dari ayah, ibu, kakak, kepala sekolah, dan guru-gurunya sangat keren sekali. Walaupun tetap tidak bisa menghindarkan anak-anak di seluruh sekolah untuk tidak terpana menatap wajah Auggie yang tidak biasa itu.

Awal-awal sekolah merupakan siksaan bagi Auggie, apalagi ada segerombolan teman sekelasnya yang selalu mem-bully dia. Pada jam makan siang pun, Auggie selalu makan sendiri tanpa ada yang menemaninya. Namun lambat laun, Auggie pun bisa make friends, dari yang awalnya hanya satu, Jack Will anak laki-laki teman sekelasnya yang cakep dan sangat menyayangi Auggie, juga ada Summer anak perempuan juga teman sekelasnya yang tulus ingin berteman dengannya, dan pada akhirnya teman-temannya yang lain. Sekolah yang tadinya seperti neraka pun berubah menjadi layaknya surga bagi Auggie. Namun proses yang harus mereka lalui itu sangat keren banget dan sama sekali tidak mudah.

Film ini tidak hanya bercerita dari sudut pandang Auggie saja. Tapi juga dari sudut pandang tokoh yang lain. Misalnya kakak Auggie yang baru saja masuk SMA, Via, yang walaupun sangat menyayangi Auggie, namun dia merasa semua perhatian dan kasih sayang orangtuanya hanya tertuju kepada Auggie saja. Auggie adalah matahari sementara ayah, ibu, dan Via sendiri adalah planet-planet yang mengelilinginya. Via tidak pernah meminta ibunya membantunya mengerjakan PR, atau meminta ayahnya mengingatkannya belajar, dia bahkan menghabiskan masa kecilnya di ruang tunggu rumah sakit menunggui Auggie bersama ayah ibunya. Via tidak sampai hati berbuat aneh-aneh atau bertingkah karena dia tahu keluarganya cannot handle one more problem. Satu-satunya orang yang menurutnya memahami dia adalah neneknya yang sudah meninggal, dan sahabatnya sejak kecil, Miranda, yang entah kenapa tiba-tiba menjauhinya.

Selain dari sudut pandang Auggie dan Via, film ini juga bercerita dari sudut pandang Jack Will dan Miranda, yang semuanya sangat natural, sangat masuk akal, sangat mengalir dengan indah, sangat real life banget. Dan walaupun, temanya mungkin terdengar seperti biasa saja ya, tapi sumpah it’s not. Semuanya ditampilkan dengan tidak biasa saja, dan kembali lagi, sangat natural dan masuk akal banget. This movie is one of the best movies I have ever watched in my life.

Aku tidak tahu ya, aslinya kayak gimana, gaya pengasuhan keluarga dan pengelolaan pendidikan sekolah di Amerika Serikat sana, tapi yang digambarkan di film ini, ideal banget, gol banget! Kedua orangtua Auggie mendidik Auggie dan Via dengan sangat keren. Memberi mereka kasih sayang dan dukungan yang konkret banget. Begitu juga hubungan antara Via dan Auggie.

Via selalu ada di sisi Auggie, dan Via-lah yang selalu mengingatkan Auggie bahwa kadang dunia di luar sana memang kejam, kadang orang itu jahat, jadi kalau Auggie ingin hidup “normal” seperti orang lain, ya harus menerima kenyataan itu. Juga selalu mengingatkan Auggie kalau tidak semua hal di dunia ini harus tentang dia terus. Kadang caranya makjleb sih, tapi dia juga sekaligus menunjukkan kasih sayangnya pada adik satu-satunya itu.

Kepala sekolah dan guru-guru di sekolah Auggie serta sistem pendidikannya, sumpah ideal banget, sangat menerapkan inklusi sosial, memperhatikan siswa-siswinya secara personal, serta zero tolerance terhadap yang namanya bullying. Terlihat sekali bahwa dengan sistem pendidikan sekolah yang sekeren itu, murid-muridnya pun mau tidak mau jadi terdidik dan terbiasa untuk bersikap inklusif dan juga berperilaku baik serta sopan.

Walaupun awalnya susah sekali bagi Auggie untuk mendapatkan teman, tapi kemudian persahabatannya dengan Jack Will, membuat Auggie serasa dilahirkan kembali, dia serasa menjadi orang yang baru. Aku sampai terharu biru menyaksikan persahabatan di antara dua anak laki-laki ini, yang sangat mendalam dan mengharukan, namun tidak lebay dan tetap khas anak-anak banget.

Sampai pada akhirnya Auggie diterima oleh semua teman-temannya, itu mengharukan sekali, sumpah. Semua proses yang mereka lalui, baik Auggie, teman-temannya, guru-gurunya, dan keluarganya, semuanya keren banget, dan membuat kita merasa bahwa life is all worthed, bahwa hidup ini sangat layak untuk dijalani, dengan segala suka dan dukanya, dengan segala manis pahitnya.

Film ini double recommended to watch. Sebuah film yang benar-benar akan menghangatkan jiwa kita, membuat kita optimis, membuat kita berpikir bahwa kebaikan itu ada di mana-mana, menghadirkan segala warna yang positif bagi hati dan pikiran kita, dan sekali lagi, membuat kita merasa bahwa life is all worthed, hidup itu sangat layak untuk dijalani dengan suka cita.

KOMENTAR ANDA

Tips Kerja Sehat untuk Freelancer

Sebelumnya

Serial Sherlock BBC

Berikutnya

Artikel Gaya Hidup