post image
Ilustrasi: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) merilis daftar nomine Penghargaan Sastra 2020.
KOMENTAR

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) merilis daftar nomine Penghargaan Sastra 2020.

Badan Bahasa akan memilih satu karya terbaik dari nomine tersebut sebagai penerima Penghargaan Sastra Kemendikbud Tahun 2020

Nomine Penghargaan Sastra 2020 tersebut diumumkan lewat akun resmi Instagram Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (@badanbahasakemendikbud) pada Sabtu, 5 September 2020.

Pertama, nomine Penghargaan Sastra 2020 untuk kategori cerpen.

Dea Anugrah dengan antologi cerpen “Bakat Menggonggong” yang diterbitkan Buku Mojok tahun 2016, Risda Nur Widia dengan antologi cerpen “Berburu Buaya di Hindia Timur” yang diterbitkan Cerpen Pojok tahun 2020.

Ben Sohib dengan antologi cerpen “Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang” yang diterbitkan Banana tahun 2020, dan Faisal Oddang dengan antologi cerpen “Sawerigading Datang dari Laut” yang diterbitkan Diva Press tahun 2019.

Kedua, nomine Penghargaan Sastra 2020 untuk kategori novel.

Junaedi Setiyono dengan judul novel Dasamuka yang diterbitkan Penerbit Ombak tahun 2017, Panji Sukma dengan judul novel Sang Keris yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2020, Mochamad Nasrulloh dengan judul novel Balada Supri yang diterbitkan Penerbit Anagram tahun 2019.

Arafat Nur  dengan judul novel Lolong Anjing di Bulan yang diterbitkan Sanata Dharma University Press tahun 2018, dan A. Mustafa dengan judul novel Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman yang diterbitkan Shira Media tahun 2019.

Ketiga, nomine Penghargaan Sastra 2020 untuk kategori puisi.

Raedu Basha dengan antologi puisi “Hadrah Kiai” yang diterbitkan Ganding Pustaka tahun 2017, Iyut Fitra dengan antologi puisi “Lelaki dan Tangkai Sapu” yang diterbitkan Kabarita tahun 2017, Wayan Jengki Sunarta dengan antologi puisi “Amor Fati” yang diterbitkan Pustaka Ekspresi tahun 2019.

Isbedy Setiawan dengan antologi puisi “Kin Aku Sudah Jadi Batu” yang diterbitkan Siger Publisher, dan Irawan Sandhya Wiraatmadja dengan antologi puisi “Vu Berbilang Akar-akar Kecubung” diterbitkan Kosakata Kita tahun 2019.

Keempat, nomine Penghargaan Sastra 2020 untuk kategori naskah drama.

Benny Yohannes dengan naskah drama Scum Sekam yang diterbitkan penerbit Kalabuku tahun 2019, Hang Kafrawi dengan naskah drama Tersebab Hang Jebat yang pernah dipentaskan pada tahun 2015.

Indra Tranggono dengan naskah drama Perempuan-perempuan Pembebas yang pernah dipentaskan pada tahun 2019, Yusril Ihza F.A. dengan naskah drama Menunggu Pagi Bahagia yang diterbitkan penerbit Interlude tahun 2019, dan Andy Sri Wahyudi dengan naskah drama Bangun Pagi Bahagia yang diterbitkan penerbit Basabasi 2019.

Terakhir, nomine Penghargaan Sastra 2020 untuk kategori esai atau kritik sastra.

Sunlie Thomas Alexander dengan judul esai Dari Belinyu ke Jalan Lain ke Rumbuk Randu yang diterbitkan penerbit Gambang Buku Budaya tahun 2020, Hamzah Muhammad dengan judul esai Kuasa dan Narasi yang diterbitkan penerbit Pustaka Kaji tahun 2019.

Saeful Anwar dengan judul esai Persada Studi Klub dalam Arena Sastra Indonesia yang diterbitkan Gadjah Mada University Press tahun 2015, Gilang Saputra dengan judul esai Yang Tersisa dari Pramoedya yang diterbitkan Penerbit Anagram tahun 2020, dan Dwi Rahari Yoso dengan judul esai Konstruksi Tubuh Joko Pinurbo yang diterbitkan Araska Publisher tahun 2017.

KOMENTAR ANDA

Irawati Hermawan: Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional

Sebelumnya

Menlu Retno: Bagi Saya Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sudah Seorang Pahlawan

Berikutnya

Baca Juga

Artikel Aktual