post image
Generasi Milenial yang terancam tidak mampu membeli rumah.
KOMENTAR

Hunian adalah properti yang diperlukan oleh manusia. Generasi milenial yang pada saat ini berada dalam rentang usia 20 hingga 29 tahun kelak akan memasuki jenjang pernikahan, yang membutuhkan rumah untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Akan tetapi, tidak seluruh generasi milenial memiliki kemampuan untuk membeli rumah.

Generasi milenial yang terlahir tanpa memiliki privilege ekonomi keluarga yang mapan, diteliti akan kesulitan bahkan tidak mampu membeli rumah. Penelitian tersebut dilakukan oleh Halofina, Jouska, dan rumah123dotcom. Berikut beberapa faktor yang membuat milenial sulit membeli rumah.

Prioritas Kehidupan

Generasi milenial adalah generasi berjuta problem. Salah satu problem yang dialami oleh generasi milenial adalah problem finansial. Kurangnya edukasi tentang pengelolaan finansial membuat milenial tidak mampu membuat tujuan finansial dan daftar skala prioritas kehidupan. Kebutuhan manusia meliputi bidang pangan, sandang, dan papan.

Milenial yang tidak memiliki finansial planning akan mengalokasikan dana secara sembrono. Dampaknya, uang akan mengalir hanya pada prioritas kebutuhan pangan dan sandang yang memiliki urgensi jangka waktu pendek. Luputnya prioritas kebutuhan papan yang memiliki urgensi jangka waktu panjang, menjadi salah satu sumber masalah baru yakni ketidakmampuan generasi milenial membeli rumah.

Menurut Mohammad B. Teguh, ahli keuangan Halofina, menyatakan bahwa 10% milenial mampu menyisihkan uang untuk menabung. Akan tetapi, uang tabungan tersebut tidak dialokasikan untuk membeli rumah diakibatkan oleh prioritas hidup masing-masing individu.

Harga Rumah yang Meningkat

Kenaikan harga properti tiap tahunnya adalah hal yang tidak dapat dicegah. Ignatius Untung, country general manager rumah123dotcom, menyatakan bahwa harga rumah terus mengalami peningkatan berdasarkan siklus 8 tahun-an. Kenaikan harga properti juga dipengaruhi oleh 
tingkat inflasi.

Peningkatan harga properti tiap tahun tidak kongruen dengan pemasukan yang diterima oleh generasi milenial. Generasi milenial yang fresh-graduate dengan gaji umr akan kesulitan membeli rumah. Generasi milenial, menurut data yang disampaikan Untung, akan menjadi 
generasi penyewa bila perencanaan finansial tidak dilakukan sejak dini.

Gaya Hidup

Generasi milenial adalah generasi yang sangat mementingkan gaya hidup dan tuntutan sosial dalam kelas ekonominya. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh influencer, buku, hingga film. Generasi milenial lebih memilih mengalokasikan dana yang ia punya, semisal gaji yang ia dapatkan saat bekerja, untuk barang-barang mewah. Selain barang mewah, milenial mengalokasikan dana untuk nongkrong di kedai kopi atau restoran, hingga berlibur ke destinasi wisata dengan biaya perjalanan yang mahal.

Pengelolaan finansial yang tidak sehat seperti yang dipaparkan di atas membuat generasi milenial tidak dapat membeli rumah.

Daya Beli Menurun

Daya beli properti generasi milenial menurun sebab jumlah pemasukan yang diterima dianggap tidak cukup untuk membeli rumah. Membeli rumah dengan KPR dianggap terlalu memberatkan keuangan. Akibatnya, generasi milenial lebih memilih jalur alternatif yakni menyewa rumah atau menyewa kost-an.

Demikian beberapa faktor yang mempengaruhi generasi milenial kesulitan hingga tidak mampu membeli rumah. Perencaan finansial yang baik dan edukasi urgensi kebutuhan papan harus dilakukan sejak dini agar generasi milenial mampu membeli rumah.

KOMENTAR ANDA

Kelebihan dan Kekurangan 3 Alat Tes Corona di Indonesia. Rapid Test Tidak Akurat?

Sebelumnya

Kuda Renggong, Atraksi Seni dari Sumedang

Berikutnya

Baca Juga

Artikel Aktual