post image
Singa Afrika, pemburu handal yang nyaris punah. Foto diabadikan dari sebuah perjalanan safari di Kenya oleh Kristina Budiati.
KOMENTAR

Pengalaman hidupku di dua negara Afrika, yaitu Tanzania dan Kenya, mengantarkan aku pada pengalaman unik, dapat melihat secara langsung singa, hewan buas luar biasa di habitat asli mereka.

Singa merupakan salah satu hewan paling terkenal di Afrika karena melambangkan keberanian, kekuatan dan kesempurnaan. Bangsa Mesir kuno bahkan menggunakan simbol singa Afrika dalam kebudayaan mereka – patung Sphinx misalnya dengan kepala manusia dan badan seekor singa.

Selain bangsa Mesir kuno, bangsa-bangsa lain juga menggunakan simbol singa, seperti negara Singapura. Nama Singapura sendiri berarti ’Kota Singa’. Singa juga digunakan dalam simbol Judeo-Christian.

Ternyata singa tidak hanya berasal dan hidup di benua Afrika. Para ahli sudah lama mengenali dua sub spesies singa yaitu Panthera leo leo (singa Afrika) dan Panthera leo persica (singa Asia). Panthera leo leo dapat ditemukan dalam populasi singa di Afrika Tengah, Afrika Barat (singa Afrika Barat atau Senegal), India (singa Asia) dan populasi yang telah punah ditemukan di Afrika Utara (singa Barbary), Eropa Tenggara, Timur Tengah, Semenanjung Arab, dan Barat Daya Asia. Panthera leo melanochaita termasuk populasi singa dari bagian selatan Afrika (singa Katanga dan singa Afrika Tenggara) dan Afrika Timur (singa Masai dan singa Ethiopia).

Mengapa singa begitu luar biasa? 

Singa adalah hewan sosial. Dari semua spesies kucing di dunia, singa adalah jenis yang paling sosial. Mereka hidup bersama dalam kelompok besar yang disebut ‘pride’.

Pembagian tanggungjawab antara jantan dan betina. Singa betina melakukan tugas berburu sedangkan singa jantan bertanggungjawab melindungi pride. Walau secara penampilan, singa jantan tampak lebih macho dan ganas, tapi sebetulnya singa betinalah yang lebih banyak melakukan tugas berburu. Selama singa betina berburu, singa jantan melindungi pride dan juga wilayah teritorial mereka dari kelompok singa dan predator lainnya. Dan ketika hasil berburu berhasil didapat oleh singa betina, singa jantanlah yang makan terlebih dahulu!

Singa tidak perlu minum setiap hari. Singa dapat bertahan hidup 4 hari tanpa minum, tapi mereka perlu makan setiap hari. Singa betina dewasa perlu makan setidaknya 5 kg daging setiap harinya, sedangkan singa jantan dewasa perlu makan 7 kg daging setiap harinya. Singa biasa berburu hewan herbivora besar seperti zebra, wildebeest dan kerbau, namun juga hewan-hewan lainnya yang ukurannya lebih kecil.

Singa adalah pemburu yang handal. Singa memiliki banyak kelebihan secara fisik sehingga menjadikannya sebagai pemburu handal. Daya penglihatan singa, misalnya, enam kali lebih sensitif terhadap gelap daripada manusia. Kelebihan ini menjadi keuntungan tersendiri saat berburu di malam hari. Singa juga memiliki kemampuan menarik dan menutup cakar-cakarnya untuk mengontrol saat membunuh mangsa. Saya lupa bilang, cakar singa itu juga besar sekali, ketika terbuka panjangnya bisa sekitar 4 sentimeter. Singa juga dapat bergerak cepat hingga 80 km/jam dan melompat hingga ketinggian 11 meter. Jadi tidaklah mengherankan, hewan yang satu ini disebut ’raja hutan’ walaupun sebetulnya …

Singa tidak hidup di hutan.  Walau manusia kerap salah kaprah menyebut mereka ‘sebagai raja hutan’, sesungguhnya singa tidak hidup di hutan. Habitat asli mereka adalah padang savana.

Singa berkomunikasi dalam banyak cara. Suara auman seekor singa dapat terdengar hingga jarak 8 kilometer. Auman ini merupakan tanda peringatan untuk hewan-hewan lain serta pesaing mereka untuk menjauhi wilayah si singa tersebut. Namun di luar auman ikoniknya tersebut, singa berkomunikasi dengan sesamanya sebagaimana hewan kucing lainnya melalui suara ’meongan’ dan ’dengkuran’. Singa juga mengelus kepala singa lainnya untuk menunjukkan ikatan dan menyebarkan ‘aroma keluarga’. Aroma ini lah yang membantu seekor singa untuk mengenali anggota kawanannya. 

Singa-singa betina membesarkan anak-anaknya bersama. Singa kawin setiap dua tahun, dan singa betina melahirkan 2-3 ekor anak setelah empat bulan kehamilan. Singa-singa betina di pride yang sama cenderung melahirkan dalam waktu yang bersamaan, sehingga mereka dapat membesarkan anak-anak mereka bersama. Hal ini membawa keuntungan bagi para singa betina karena mereka dapat saling membantu di saat krisis. Omong-omong di mana ayah mereka saat para ibu sibuk membesarkan anak-anaknya ya? Walau, singa jantan tidak secara langsung berpartisipasi sebagai orangtua, namun mereka akan selalu melindungi anak-anaknya dari bahaya.

Anak-anak singa memiliki banyak nama. Dalam bahasa Inggris, anak-anak singa kerap disebut ’cubs’, namun selain nama itu mereka juga bisa disebut ‘whelps’ dan ‘lionets’.

Singa adalah kucing terbesar kedua di Bumi. Singa menempati urutan kedua terbesar di planet ini setelah harimau. Singa jantan dapat tumbuh dengan panjang hingga  3 meter dengan berat hingga 250 kg, dan singa betina dapat tumbuh dengan panjang 2,7 meter dengan berat hingga 180 kg.

Singa terancam kelestariannya. Sesuai laporan WWF, saat ini populasi singa di alam liar Afrika hanya sekitar 20.000 ekor. Singa merupakan hewan yang berada dalam daftar terancam kelestariannya IUCN’s Red List of Threatened Species. Populasi mereka berkurang separuhnya hanya dalam waktu dua dekade diakibatkan konflik dengan manusia (yang hewan ternaknya dimangsa singa), perburuan dan hilangnya habitat asli.

Singa Asia mengalami nasib yang serupa karena ulah manusia. Sesuai sensus pada 2015, populasi singa asia yang hidup taman nasional Gir Forest Gujarat India hanya tinggal 523 ekor. Namun jumlah ini ternyata merupakan berita baik karena jumlah populasi singa asia mengalami peningkatan 27% sejak 2010.

Beberapa ilmuwan memperkirakan populasi singa akan punah pada 2050 jika trend perburuan singa masih berlangsung dan manusia tidak meningkatkan upaya untuk melindungi hewan yang luarbiasa mengagumkan ini.

KOMENTAR ANDA

Selamat Jalan Bung Candra

Sebelumnya

Kabar Duka, A.R Wahab Meninggal Dunia

Berikutnya

Artikel Alumni