post image
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/Net
KOMENTAR

Seluruh elemen masyarakat diingatkan untuk tidak hanya menganggap vaksinasi adalah satu-satunya strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan strategi penanganan pandemi Covid-19, organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan vaksinasi hanyalah senjata yang digunakan untuk menghadapi penyebararan virus SARS Cov-2 yang menyebabkan pandemi Covid-19.

"Kalau salah satu, ya ada yang kedua dan ketiga. Kalau saya lihat, banyak hal lain juga yang harus dilakukan," kata Budi Gunadi menjadi keynote speaker dalam acara webinar bertajuk "Vaksinasi Covid-19: Apa Yang Perlu Diketahui Para Tenaga Kesehatan?" yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), Sabtu (9/1), seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.

Pertama, adalah perubahan health care system atau perubahan perilaku masyarakat. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan cuci tangan, harus betul-betul menjadi gerakan.

"Jangan hanya dinarasikan saja, tapi orang tidak melakukannya. Itu PR (pekerjaan rumah) besar yang harus kita perbaiki," tuturnya.

Selanjutnya, kata Menkes BGS, harus ada perbaikan pada sistem testing dan tracing, juga perangkat untuk isolasi dalam hal ini perawatan rumah sakit (RS) berikut strategi untuk terapinya.

"Baru strategi vaksin ini. Jadi, perlu saya tekankan di sini, vaksin bukan satu-satunya. Ada hal lain juga yang harus kita lakukan bersama dengan vaksinasi ini untuk memastikan pandemi ini bisa segera bisa kita tangani dengan baik," ujarnya.  

"Jangan sampai dengan jalannya program vaksinasi ini kita lengah, strategi-strategi lainnya di bidang memperbaiki perilaku public health care system, testing, tracing, strategi sama perawatan di RS kita lupakan," demikian Menkes BGS.

Turut hadir dalam acara webinar tersebut antara lain; Ketua Umum Ika Unpad Irawati Hermawan, Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Yudi Mulyana Hidayat, Ketua Ika Fakultas Kedokteran Unpad Lia Gardenia Partakusuma, dan alumni Unpad yang lain.

KOMENTAR ANDA

IKA Unpad di Puncak Sibayak

Sebelumnya

Ketua ICCIA: Hadapi Pandemi Covid-19, Tak Ada Ruang untuk Pesimis

Berikutnya

Baca Juga

Artikel Aktual