post image
Ilustrasi penampakan Planet Mars. /PIXABAY/ Aynur_zakirov
KOMENTAR

NASA melaporkan pada minggu ini Planet Mars akan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi dan peristiwa yang sama akan terulang lagi pada 15 tahun yang akan datang.

Peristiwa alam yang dikenal dengan istilah Oposisi Mars ini diketahui terjadi setiap dua tahun sekali.

Meskipun berada di jarak terdekatnya dengan Bumi, para peneliti mengatakan jarak terdekat Mars dengan Bumi hanya berjarak 38.57 juta mil.

Itu artinya, dalam pengamatan bintang, planet merah ini akan tampak terlihat cerah, besar dan mudah diamati dengan teleskop atau dengan mata telanjang sekalipun.

Kabar baiknya, planet ini akan berada di langit malam dengan sedikit bintang dan jarak paling dekat akan terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Para peneliti mengatakan masyarakat tidak perlu cemas akan peristiwa ini, hal ini dikarenakan Mars dan Bumi berada di orbit berbentuk sedikit elips, yang artinya keduanya akan sangat dekat satu sama lain namun tidak akan saling bertabrakan.

Pertemuan terdekat yang mungkin terjadi adalah ketika Bumi berada paling jauh dari Matahari (aphelion) dan Mars paling dekat dengan Matahari (perihelion).

“Ketika Mars, Bumi dan matahari menjadi sejajar, planet merah akan terlihat hampir sepanjang malam di langit selatan dan berada pada titik tertinggi sekitar tengah malam," kata perwakilan NASA.

Hingga saat ini, jarak terdekat antara Mars dengan Bumi yang pernah tercatat dalam sejarah terjadi pada 2003 lalu dengan jarak 34.7 juta mil, itu merupakan terdekat antara kedua planet satu sama lain dalam 60.000 tahun.

Oposisi Mars terakhir terjadi pada 2018 lalu dengan jarak 35.8 juta mil menandai jarak terdekat kedua planet dalam 15 tahun.

Diketahui jarak Mars dan Bumi akan berdekatan kembali pada 2022, dan mencapai puncaknya pada 2035 yang akan datang dengan jarak 56.9 juta kilometer.

Banyak misi ke Mars yang memanfaatkan jarak terdekatnya untuk untuk mengurangi anggaran dan mempersingkat durasi perjalanannya.

Oleh sebab itu, banyak negara berbondong-bondong mengirimkan pesawat ruang angkasanya untuk melakukan penelitian ke Mars setiap dua tahun sekali.

Pada bulan Juli dan Agustus lalu Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Uni Emirat Arab (UEA) meluncurkan misi ke Mars dengan memanfaatkan fenomena alam tersebut.

"Karena Mars dan Bumi berada pada jarak terdekat biasanya merupakan waktu terbaik untuk melaksanakan penelitian ke Mars," kata pihak NASA.

KOMENTAR ANDA

IKA Unpad di Puncak Sibayak

Sebelumnya

Ketua ICCIA: Hadapi Pandemi Covid-19, Tak Ada Ruang untuk Pesimis

Berikutnya

Artikel Aktual