post image
Ilustrasi lapisan es yang mencair./ carbonbrief
KOMENTAR

Efek rumah kaca berdampak pada cairnya lapisan es di Antartika. Pemanasan global semakin terlihat nyata di Antartika dan disepakati bahayanya oleh para peneliti.

Panel penasihat sains PBB untuk perubahan iklim, IPCC, memperkirakan bahwa lautan akan naik satu meter pada akhir abad ini.

Bahkan jika memungkinkan bisa lebih dari itu. Sehingga ratusan juta orang yang tinggal di pesisir juga akan terdampak.

Dilansir dari Science Alert, lapisan es akan runtuh dan meningkatkan permukaan laut global lebih dari tiga meter jika kondisi tidak stabil. Dua gletser tersebut memiliki luas lebih dari daratan Jerman.

Gletser yang sudah mengapung di laut tidak langsung mencair. Namun hal tersebut menjadi penyumbang utama kenaikan permukaan laut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemanasan air laut merembes melewati garis landasan  lapisan es yang mulai retak. Saaat ini, pemanasan atmosfer juga menyerang lapisan es dari atas.

Semenjak revolusi industri pada abad ke-19, suhu permukaan rata-rata bumi telah naik satu derajat celcius. Meski cuma satu derajat namun cukup untuk meningkatkan intensitas kekeringan gelombang panas dan siklon tropis.

Saat permukaan es mencair, air mengalir ke celah-celah ini dan meningkatkan terjadinya proses hydrofracturing. Ketika itu, air jadi lebih berat dari es dan memaksa retakan terbuka dan lapisan es cepat hancur.

Dikabarkan bahwa Antartika kini telah memanas dibandingkan dengan benua-benua lain. Bongkahan utama Lapisan Es Larsen Peninsula yang telah stabil selama lebih dari 10.000 tahun, sudah hancur dalam beberapa hari pada tahun 1995, lalu kembali hancur pada tahun 2002.

"Setiap sentimeter dari kenaikan permukaan laut mengarah ke banjir pantai dan erosi pantai, kondisi ini akan mengganggu kehidupan di planet ini," ucap Profesor Andres Shepherd dari University of Leeds.

Para saintis, geolog, dan pengamat lingkungan memperkirakan, dampak yang dapat terjadi yakni terjadinya badai siklon tropis yang lebih besar, bahkan diklaim dapat lebih mematikan dan merusak.

"Secara keseluruhan, temuan penulis menunjukkan dengan tepat bagian dari rak es yang paling rentan terhadap pemanasan atmosfer. Studi menunjukkan bahwa bagian besar yang saat ini stabil bisa runtuh karena suhu atmosfer meningkat," ujar seorang ilmuwan di University of Michigan, Jeremy Bassis.

KOMENTAR ANDA

Niat Bersihkan Gorong-gorong, Petugas Malah Temukan 'Tikus Raksasa'

Sebelumnya

Melalui Lab Jasa Uji FTIP, Unpad Terpilih Jadi PTN Pembina Magang Pranata Laboratorium Pendidikan

Berikutnya

Artikel Aktual