post image
Bunga Melati. /Pixabay/ulleo
KOMENTAR

Saya ingat sekali, dulu di pekarangan rumah tetangga terdapat satu tanaman dengan bunga yang wangi sekali.

Bunga tersebut berwarna putih, bersih, dan segar.

Setelah mengenalnya, saya tanyakan bunga apakah itu? Kata teman saya itu bunga melati.

Melati merupakan salah satu tanaman hias berupa perdu dengan batang yang tegak, yang disinyalir dapat hidup sangat lama.

 Bunga melati yang merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun ini mengeluarkan harum khas.

Dilansir dari Portal Informasi Indonesia pada 12 September 2020, bunga melati dianggap menjadi salah satu yang mewakili karakter bangsa dan negara Indonesia.

Adapun dua bunga lainnya, yaitu bunga anggrek bulan dan bunga padma raksasa.

Bunga melati yang bernama latin Jasminum Sambac dijuluki sebagai Puspa Bangsa.

Mengapa demikian? Disinyalir bunga melati yang putih bersih  dan berbau harum itu menjadi lambang kesucian dan kemurnian.

Dikutip dari laman yang sama, hal tersebut sebagaimana negara Indonesia, dikenal sebagai negara yang pluralis, merangkul perbedaan dalam keberagaman, dan menyatu dalam persaudaraan.

Sebutan Bunga Melati di Indonesia

Ternyata bunga melati di Nusantara memiliki banyak nama atau sebutan.

Di wilayah Aceh, melati disebut dengan Meulu atau Riwat.

Di Bali, menyebut bunga ini dengan Menuh.

Orang-orang Bima dan Sumbawa menyebut melati dengan Mundu.

Sedangkan di Gayo dan Batak melati disebut Melur.

Dan bukan hanya itu, kalian perlu mencari tahu sebutan melati yang lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

Simbolik pada Tradisi Indonesia

Semua orang pasti tahu bahwa melati seringkali dijadikan bagian dari acara tradisi.

Sebagai puspa bangsa, melati memang memiliki makna yang mendalam di masyarakat Indonesia.

Bunga putih bersih ini sebagai simbol sebagai kesucian, keanggunan, kesederhanaan, dan ketulusan.

Selain itu, melati juga melambangkan keindahan dan kesendahatian.

Dalam upacara pernikahan adat Indonesia, melati menjadi satu elemen yang dianggap penting.

Misalnya, pada upacara pernikahan adat jawa, melati menjadi satu dari tiga bunga sritaman yang kemudian akan ditaburkan di atas air perwitosari.

Penggunaan melati seakan mentransfer energi dengan makna-makna tertentu.

Misalnya, dalam berucap dan berbicara seharusnya disertai dengan ketulusan dan kebersihan hati nurani. 

Selain itu, puspa bunga ini juga dipercaya sebagai simbol kebaikan hati yang tidak hanya dilakukan oleh ragawi.

Artinya, kebaikan hati lahir dan batin secara seimbang perlu diterapkan pada kehidupan masyarakat.

Selain itu, melati juga digunakan untuk membungkus konde dengan di ronce yang menghiasi rambut pengantin.

Banyak sekali adat Indonesia yang menggunakan melati sebagai bagian dari elemennya yang perlu dicari tahu lebih mendalam dan meluas lagi.

Selain pada adat pernikahan, melati juga seringkali digunakan dalam upacara permakanan atau menjadi salah satu bunga yang juga ditaburkan di makam saat berziarah.

Saya mengambil makna bahwa selain sebagai simbol kesederhanaan, kerendahhatian, kebaikan lahir batin, ketulusan, dan yang lain disebutkan di atas, melati juga menjadi simbol harapan pada jenjang kehidupan baru.

KOMENTAR ANDA

Irawati Hermawan: Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional

Sebelumnya

Menlu Retno: Bagi Saya Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sudah Seorang Pahlawan

Berikutnya

Artikel Aktual