post image
Dirjen Dikti lakukan kunjungan ke RSP Unpad Bandung./Unpad/Dadan Triawan
KOMENTAR

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., PhD melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran, Bandung, terkait realisasi Dana Hibah Kemendikbud untuk penanganan Covid-19, pada Jumat, 7 Agustus 2020.

Dalam momen tersebut, Prof. Nizam memberi apresiasi terhadap kinerja Unpad yang aktif dan sigap melakukan berbagai mitigasi Covid-19. Pengembangan inovasi penanggulangan virus corona di Indonesia yang dilakukan Unpad sampai saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya mengapresiasi teman-teman di Unpad yang dengan sangat cepat, sigap melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk mitigasi pandemi Covid-19,” kata Prof. Nizam. Dikutip dari laman resmi Unpad.

Ia menambahkan, semua upaya yang Unpad lakukan saat ini merupakan bukti bahwa semangat gotong royong, semangat kemanusiaan, dan semangat bela negara adalah salah satu capaian pendidikan. Generasi yang mengedepankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat bukan hanya akan unggul di dalam kelas tapi juga di tengah lingkungannya.

Prof. Nizam memaparkan, sejak pandemi virus corona melanda Indonesia, Kemendikbud telah membantu program mitigasi Covid-19 dengan memperkuat laboratorium yang minimal berstatus Bio Safety Level 2 milik perguruan tinggi di Indonesia.

“Kita bantu dengan mesin PCR (polymerase chain reaction), alat pelindung diri (APD), dan dukungan lain. Sampai hari ini, sudah 25 FK dan RSP dari perguruan tinggi negeri serta 8 FK dan RSP dari perguruan tinggi swasta yang kita bantu, dengan anggaran total Rp405 miliar,” ungkap Prof. Nizam.

Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti yang hadir dalam kunjungan tersebut berterima kasih atas apresiasi serta dukungan yang telah diberikan Kemendikbud serta pihak-pihak lain terhadap upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan Unpad. Bukan hanya berupa barang dan dana, tapi juga kepercayaan dari Ditjen Dikti yang langsung menunjuk laboratorium milik Unpad untuk mendeteksi Covid-19 di masa awal pandemi.

“Kami haturkan terima kasih, amanat telah kami jalankan. Pemeriksaan deteksi Covid rata-rata 1.400 sampel per hari. Laboratorium Unpad, artinya laboratorium Kemendikbud juga, telah bermanfaat bagi masyarakat. Yang terpenting adalah kami juga memetik manfaat lain, yaitu pengembangan Iptek bidang kesehatan berjalan dengan baik termasuk hilirisasinya, bahkan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain seperti ITB,” ujar Prof. Rina Indiastuti.

Pada kesempatan yang sama, Penanggungjawab Laboratorium Covid RSP Unpad, dr. Lia Faridah, M.Si. membeberkan sejumlah inovasi dan kegiatan yang telah dilakukan Unpad dalam menangani virus Corona.

Mulai dari pemeriksaan 21 ribu sampel, pengumpulan dan penyaluran ribuan APD, inovasi VitPad atau alat penyimpan sampel swab, NanoMag PrintG yang dapat meningkatkan sensitivitas proses ekrasi RNA pada pengujian PCR, hingga kendaraan angkut personil dan laboratorium yang dinamakan Mobile Lab Covid-19.

KOMENTAR ANDA

Irawati Hermawan: Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional

Sebelumnya

Menlu Retno: Bagi Saya Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sudah Seorang Pahlawan

Berikutnya

Baca Juga

Artikel Aktual