post image
KOMENTAR

 

 

Terasa dalam rasa yang begitu samar

Tanpa sadar tubuh penuh dengan memar

Memaksa tiada habisnya hingga tak tersadar

Bersama sepi, bermain dengan distorsi, dan bersendiri dengan puisi

 

Kopi, buku, rokok, gitar

Semuanya ada, tapi tak berteman

Semakin nyata bahwa kesendirian benar adanya

Aku benci rasa!

 

Terpatri dalam benak yang semakin dalam

Tak banyak berbuat hanya diam dalam malam

Lagi, tetes demi tetes membasahi wajah manisnya yang murung

 

 

KOMENTAR ANDA

Menghitung Mati

Sebelumnya

Adalah Bandung, Adakah Bandung?

Berikutnya

Artikel Rumentang Siang